Bisnis,

Ini 5 Perempuan Top Pengelola Startup, Ada yang Sudah Unicorn

March 10, 2019 Editor 0 Comments



Para wanita tersebut bekerja dan mampu membawa perubahan dan sukses membangun bisnis start-up. Lantas siapa sajakah sosok-sosok wanita tangguh tersebut?

Tan Hooi Ling
Muda, pintar dan berprestasi mungkin ini adalah kata-kata yang tepat buat Tan Hooi Ling selaku cofounding GrabTaxi, yakni perusahaan transportasi online start-up yang sukses di Asia Tenggara. Sebagai penggila gadget, wanita asal Malaysia ini membesarkan GrabTaxi bersama temannya Anthony Tan pada tahun 2012.

JAKARTA, FEMALE.CO.ID- Dalam beberapa tahun terakhir, dunia startup memang menjadi primadona untuk memulai usaha atau tempat bekerja. Tidak hanya digeluti oleh pria tapi sejumlah wanita pun juga membangun dan bekerja di perusahaan-perusahaan start-up.

Kendati demikian, sosok Tan Hooi Ling kurang populer di masyarakat sebagai salah satu pendiri GrabTaxi ketimbang Anthony Tan.

Wanita lulusan Harvard Business School tersebut lebih cenderung pada operasional perusahaan dan Anthony fokus pada pemasaran dan hubungan investor.

Hingga saat ini Tan Hooi telah mengembangkan tiga bidang utama, yakni GrabHitch, layanan ride sharing sosial yang terjangkau untuk pada komuter yang bisa menjadi solusi transportasi bagi masyarakat perkotaan. Lalu, GrabCar, yakni layanan penyewaan kendaraan pribadi, dan GrabBike, layanan pemesanan taksi motor.
Foto: Co-Founder Grab Tan Hooi Ling (detik.com/Muhammad Idris)

Alamanda Shantika

Berkarir di bidang teknologi bukan hal yang baru bagi Alamanda Shantika. Sebelum bergabung dengan Go-Jek sebagai Vice President of Product, Ala sapaan akrabnya sempat bekerja di beberapa perusahaan Berrybenka dan Kartuku.

Tidak hanya itu, Ala juga pernah menjadi Chief Activist di FemaleDev, Program and Curriculum Advisor di Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, serta Advisor di beberapa perusahaan dan perbankan seperti Oktagon, Pijar Imaji, Nama Studio, dan CIMB Niaga.

Ala merupakan tim awal yang merintis Go-Jek dari nol bersama sang pendiri, Nadiem Makarim. Peran Ala pun tak main-main, yakni sebagai motor dan otak di balik sistem aplikasi Go-Jek.

Foto: Pengembang aplikasi Go-jek Alamanda Shantika (Foto: Lynda Hasibuan/CNBC Indonesia)



Diajeng Lestari
Nama Hijup.com mungkin sudah begitu dikenal bagi para hijabers se- Indonesia. Diluar negeri, e-commerce yang fokus pada fesyen muslim ini juga telah melakukan ekspansi ke beberapa negara seperti London.

Diajeng Lestari adalah sosok wanita yang mampu mengembangkan Hijup sampai seperti sekarang dan berhasil menembus pasar internasional. Istri dari Achmad Zaky founder Bukalapak.com ini membuat situs tentang fesyen muslimah dari brand-brand ternama.

Pada tahun 2011 ia mendirikan Hijup.com dengan konsep seperti mal namun online. Singkat cerita, HijUp.com menjadi e-commerce menjadi yang pertama di Indonesia bahkan dunia yang menyediakan khusus baju-baju muslimah yang syar'i.
Foto: CNBC Indonesia/Lynda Hasibuan


Cynthia Tenggara
Berawal dari permasalahan sehari-hari, Cynthia Tenggara mencoba membangun usaha layanan delivery katering yang mengikuti perkembangan zaman yakni Berrykitchen.

Wanita kelahiran 11 September 1985 ini membangun katering online yang praktis dan mudah. Targetnya pun pekerja kantoran yang ingin menyantap makan siang nikmat, bersih dengan harga terjangkau, Berry Kitchen menyedikan 10-15 pilihan lauk setiap hari.

Siapa sangka, Berry Kitchen juga boleh dikatakan sebagai pemain utama bisnis katering online yang berusaha memuaskan kebutuhan ribuan pekerja kantoran di Jakarta.

Saat ini Berry Kitchen bisa dikatakan sebagai pemain utama bisnis katering online yang berusaha memuaskan kebutuhan ribuan pekerja kantoran di Jakarta.


Mesty Ariotedjo
Tidak hanya sebagai selebriti tapi Mesty Ariotedjo juga dikenal sebagai praktisi kesehatan. Bahkan kini membangun WeCare.id, sebuah situs yang membantu banyak orang.

Sejak tahun 2015, Mesty telah mendirikan organisasi tersebut yang kini menjadi situs yang dibangun khusus untuk mengumpulkan dana bagi pasien di daerah terpencil atau yang membutuhkan akses terhadap perawatan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Lantaran insting dan inisiatifnya lewat WeCare.id, Mesty masuk daftar Forbes '30 Under 30' 2016.

Foto: Arina Yulistara/CNBC Indonesia
 
Sumber : CNBC.

0 komentar: