Ads Top

Pasca Teror Penembakan di Masjid Christchruch, Perempuan Selandia Baru Kompak Berhijab

Facebook @Scarvesinsolidarity/Newshub
NEW ZEALAND, FEMALE.CO.ID- Masyarakat Selandia Baru atau New Zealand masih berduka pasca insiden teror penembakan yang menyerang Masjid di pusat kota Christchurch yang menewaskan setidaknya 49 orang.

Sejumlah aksi solidaritas ditunjukkan oleh warga Selandia Baru. Salah satunya adalah gerakan Scarves in Solidarity atau Solidaritas dalam Jilbab.

Dari akun Facebook @Scarvesinsolidarity yang mengunggah sebuah postingan pada 19 Maret 2019.

Rencananya gerakan ini dilangsungkan pada Jumat, (22/3/2019) tepat seminggu insiden mematikan pembantaian di Masjid Chrischurch berlalu.

Kejadian memilukan terjadi di kota Christchurch, Selandia Baru pada hari ini, Jumat (15/3/2019).

Dugaan sementara serangan aksi teror itu dilakukan oleh ekstrimis sayap kanan kepada kaum muslim di Christchurch.

Empat pelaku yang terdiri dari 3 pria dan satu wanita berhasil diamankan.

Sementara itu satu pelaku pria telah ditetapkan menjadi tersangka.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison seperti dikutip dari BBC mengonfirmasi pelaku yang ditangkap adalah seorang pria berumur 28 tahun bernama Branton Tarrant asal Grafton, Australia.

Branton Tarrant mengklaim sebagai teroris yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Melalui manifesto berjudul "The Great Replacement" yang dia buat sendiri, terungkap Tarrant sudah merencanakan aksi kejinya itu.

Dalam manifesto setebal 74 halaman itu, Tarrant memperkenalkan diri sebagai anti-imigran dengan para korban disebutnya sebagai "sekelompok penjajah" yang ingin membebaskan tanah milik kaumnya dari "para penjajah".

Usai melancarkan aksi kejinya ia pun berhasil diamankan dan mulai menjalani proses pengadilan.(BBC/GH/FI)


No comments:

Powered by Blogger.