Ads Top

Inilah Tantangan dan Dukungan bagi Founder Startup Perempuan di Indonesia


JAKARTA, FEMALE.CO.ID- Pekan pertama pada Maret 2019 lalu ditandai dengan selebrasi hari perempuan internasional. Untuk memperingatinya, sejumlah organisasi dan media merilis laporan khusus yang menyoroti tantangan kaum hawa di berbagai bidang dan latar belakang profesi.

Jaringan angel investor Indonesia atau ANGIN termasuk salah satu pihak yang turut merilis laporan terkait tantangan yang dihadapi kalangan wanita di tanah air.

Melalui laporan setebal 75 halaman tersebut, ANGIN merangkum kondisi entrepreneur startup di Indonesia untuk dibandingkan dengan negara maju seperti Kanada, serta sejumlah solusi yang jadi rekomendasi. Apa saja temuan dari laporan tersebut? Berikut ringkasannya.

Perempuan Indonesia dan masalah sosiokultural yang kompleks

Dari penelitian ANGIN seperti dikutip dari Tech In Asia, kalangan wanita mempunyai beberapa penghalang yang cukup kompleks baik dari aspek sosiokultural, akses permodalan dan informasi, serta program pendampingan yang dapat membantu mereka secara menyeluruh. Dari lima kategori perspektif yang diamati, diketahui permasalahan wanita di Indonesia adalah sebagai berikut: Dari beberapa poin permasalahan di atas, salah satu hambatan penting yang menghubungkan kesemuanya adalah faktor norma sosial budaya. Stereotip gender masih lazim di Indonesia, meski masalah ini tidak terlalu menonjol di wilayah perkotaan.
“Entrepreneur perempuan kadang harus menyeimbangkan kehidupan keluarga. Meskipun kini laki-laki lebih terlibat ketimbang dahulu kala, namun perempuan masih lebih banyak tanggung jawab dibandingkan laki-laki. Sehingga lebih sulit bagi mereka untuk memulai usaha.”
ANGIN mengidentifikasi beban peran rumah tangga dan kewajiban memperoleh izin suami sebagai dua tantangan berbasis gender utama yang kerap dihadapi wanita dalam memulai wirausaha di Indonesia. Perempuan secara implisit dihadapkan pada dilema dalam memilih komitmen untuk berkembang menjadi figur entrepreneur, atau mengabdikan waktu sepenuhnya merawat keluarga dan mengurus rumah.

Instansi yang dapat mendukung entrepreneurship perempuan di Indonesia

Meski dihadapkan dengan dilema kompleks, namun situasi kewirausahaan bagi wanita di Indonesia sekarang setidaknya punya peluang lebih baik berkat beberapa kondisi lainnya. Kondisi tersebut --) lain:
  • Kebijakan penurunan suku bunga program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah,
  • Keterbukaan akses fintech lending yang lebih fleksibel dibandingkan bank, serta
  • Bermunculannya program inisiatif pengembangan startup yang fokus terhadap kalangan founder perempuan di Indonesia.
Meski jumlah program yang berfokus pada perempuan UKM dan startup di Indonesia tidak banyak, setidaknya keberadaan sederet daftar instansi berikut ini (serta beberapa program dan peran mereka) diharapkan bisa membantu perkembangan entrepreneurship wanita di Indonesia.

Sumber: Laporan ANGIN-TPSA

Dalam hal bantuan permodalan dan pendanaan, ada segelintir organisasi swasta yang bersedia membantu memberikan pembiayaan kepada pihak perempuan, seperti Patamar Capital lewat inisiatif Investin in Women (IW), SEAF Women’s Opportunity Fund, dan pihak ANGIN sendiri.

Belum lama ini, sebuah perusahaan modal ventura asal Indonesia, Simona Ventures juga telah meluncurkan program pendanaan khusus bagi startup yang dipimpin founder perempuan dengan total besaran nilai penggalangan dana mencapai US$10 juta (sekitar Rp140 miliar).

Di samping itu, Simona Ventures juga bertekad memajukan entrepreneurship wanita lewat inisiatif APAC Women Founders, sebuah program akselerator startup yang rencana akan diadakan selama dua kali dalam setahun.

Dengan makin banyaknya program dan inisiatif yang ada saat ini, cukup menarik untuk melihat bagaimana perkembangan entrepreneurship perempuan di Indonesia, terutama mereka yang ingin mengejar gelar sebagai srikandi unicorn startup berikutnya. (TIA/TC)

No comments:

Powered by Blogger.