Ads Top

Susi: Tirulah Saya! Sekolah Tidak Tinggi tapi Banyak Membaca

JAKARTA,FEMALE.CO.ID- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali berbagi inspirasi tentang pentingnya membaca buku.  Susi diakui sebagai salah satu pemikir global berpengaruh, karena banyak membaca.

Pernyataan ini ia sampaikan saat menjadi pembicara di acara talkshow Gen Milenial Bicara Pancasila di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

“Sekolah saya tidak tinggi. Maka, saya menutup keku­rangan dengan banyak mem­baca. Tirulah saya. Meniru yang banyak membaca, bukan sekolah yang tidak tinggi,” kata Susi Pudjiastuti seperti dikutip dari Tribun News.


Menurut Susi Pudjiastuti, dengan banyak membaca, dia bisa berbahasa Inggris, Jerman, Prancis, dan mampu berpikir logis.

“Karena literasi membaca bagus, saya bisa me­miliki wawasan luas,” ujar wanita yang bersekolah SMA di Yogyakarta itu.

Susi Pudjiastuti mengaku, saat remaja senang membaca buku filsafat, selain menggemari buku-buku populer lainnya ketika itu, sep­erti Kho Ping Hoo.

Buku filsafat yang digemarinya antara lain mengenai eksistensialisme, dan para penganut paham filsafat itu yang karyanya dibaca antara lain adalah Jean Paul Sartre.

Susi Pudjiastuti menyatakan, pemuda harus memiliki pengetahuan yang banyak agar bisa memimpin orang lain.

"Kalau kalian ingin menjadi seseorang yang bukan pengikut, kalian harus punya pengetahuan yang banyak. Bagaimana orang lain mau ngikutin kalau kalian enggak mengerti apa-apa," tuturnya.


Susi Pudjiastuti mengaku bangga, sekaligus mengklaim mampu menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim kelautan dunia.


Menurut Susi Pudjiastuti, hal itu membanggakan lantaran dia hanya lulus dalam pendidikan formal melalui Paket C yang berarti setara kelas 2 SMA.

Katanya, sejak sebelum dia diangkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, stok ikan Indonesia pada 2001 hingga 2013 hanya mencapai kisaran tujuh juta ton, akibat penangkapan ikan Indonesia yang banyak dilakukan pihak asing.


Sedangkan sebelum itu, ia menegaskan stok ikan bisa mencapai 20 juta ton.

"Sampai akhirnya stok ikan tinggal 7,3 juta ton. Kemudian naik setelah kita adakan penenggelaman kapal yang saat ini sudah 488 kapal. Akibatnya stok ikan naik di 2016 sudah 12,5 juta. April nanti kira-kira 13 juta lebih," beber Susi Pudjiastuti.

"Itulah poros maritim perikanan terjadi. Di tambah Pak Presiden keluarkan Perpres 44, modal asing dan kapal asing sudah tidak lagi boleh nangkep ikan," imbuhnya


Meski pendidikan secara formal rendah, Susi Pudjiastuti mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah berhenti belajar dan membaca, untuk meningkatkan kualitas kepribadiannya.

Karenanya, pemikiran-pemikirannya saat menjadi menteri untuk memecahkan masalah bangsa, membuahkan hasil.

"Saya pesan kalau kalian ingin menjadi leader seseorang yang bukan pengikut, kalian harus punya knowledge banyak. Enggak mungkin mimpin orang kalau yang dipimpin lebih pintar dari kami, maka membaca. Literasi itu sumber oase pengetahuan yang luar biasa," beber Susi Pudjiastuti.

Selain mampu membuat stok perikanan Indonesia semakin meningkat, ia mengklaim Indonesia pun sekarang diikuti negara lain dalam menyelesaikan masalah perikanan di negaranya.

Salah satunya adalah negara Palau yang dikatakannya sudah berani menenggelamkan kapal pencuri ikan dari asing.

"Semua negara sekarang ikut, Palau sudah berani tembak kapal. Dia masukkan saya sebagai ten global thinker untuk defence security. Bangga, lulusan SMA kelas 2 bisa jadi pemikir 10 orang dunia. Berarti pola pikir kita diakui. Saya yang cuma SMA kelas 2 bisa begini, kalian bisa apa?" tuturnya. (Rian/TN)



No comments:

Powered by Blogger.