Ini Manfaat Bayi Merangkak di Atas Rumput


Tahukah mom's mengajak bayi main ke luar rumah ternyata dapat memberikan banyak dampak
positif bagi si kecil?

Tak hanya bisa mendekatkan bayi dengan dunia sekitar, melakukan aktivitas di luar rumah juga baik bagi proses tumbuh kembang mereka.

Saat sudah bisa merangkak, si kecil biasanya akan semangat menjelajah ke berbagai tempat. Tak hanya di dalam rumah, jika Anda mengajaknya ke lapangan berumput, bisa jadi si kecil juga suka merangkak di sana.

Jangan langsung melarang bayi merangkak di atas rumput, Moms. Anda mungkin beranggapan merangkak di rumput bisa membahayakan si kecil. Selain itu, merangkak di rumput bisa mengotori tubuhnya.

Ketika sedang berada di luar rumah, kita akan merasa lebih terbuka dan terhubung dengan dunia. Hal ini juga dirasakan oleh bayi, jelas Kimberley Clayton Blaine, MA, MFT, ahli perkembangan anak dan Direktur Early Childhood Mental Health Campaign di Los Angeles County.

Menghirup udara segar dan bereksplorasi di tempat lain selain di rumah akan memperkaya pengalaman anak dalam mempelajari dunia di sekitar mereka, bahkan dapat membuat anak memiliki kepribadian yang lebih baik, mencintai alam, dan membentuk pola pikir yang lebih baik.

Perlu diingat, bermain ke luar rumah bukan berarti hanya mengajak bayi keluar rumah dan mendudukkannya di atas stroller atau di gendongan Anda saja. Melainkan membiarkan bayi menyentuh dan merasakan dunia sekitar mereka secara utuh, seperti mengajak bayi duduk atau berjalan di atas rumput.

Mengutip laman Baby Center, mengajak bayi merangkak di rumput ternyata bermanfaat untuk anak. Merangkak di area yang agak kasar seperti rumput bisa menstimulasi sensory tactile atau indra peraba anak.

Ingat Moms, dalam tubuh manusia ada 7 indra, yaitu indra penglihatan, penciuman, pengecap, pendengaran, peraba, proprioseptif dan vestibular.

 Proses agar otak dapat mengintegrasikan informasi yang berasal dari 7 indra dengan baik, sehingga tubuh dapat merespons sesuai dengan situasi lingkungan yang dihadapi disebut sensori integrasi. Proses ini merupakan dasar yang sangat mendukung kemampuan akademik anak dan keterampilannya dalam bersosialisasi.

Oleh karena itu, gangguan sensori integrasi pada anak tak boleh dianggap sepele. Anak-anak yang mengalami gangguan sensori integrasi atau sensory processing disorder akan memahami lingkungan dengan cara yang berbeda, baik hipersensitif (sangat sensitif) maupun tidak sensitif (hiposensitif).

Sebagai orang tua, Anda tentu tidak mau si kecil mengalami gangguan sensori integrasi. Oleh karena itu, biarkan saja bayi merangkak di atas rumput karena hal ini baik untuk menstimulasi indera perabanya.

Tapi, Anda harus selalu mengawasi bayi saat merangkak di atas rumput, ya! Mengutip laman Kid Spot, sebelum mengajak bayi merangkak di atas rumput, pastikan tidak ada potensi bahaya di sekitarnya.

Misalnya saja ada lubang yang dalam, benda-benda tajam, atau tumbuhan beracun yang mungkin saja dimasukkan ke dalam mulut bayi. Intinya, pastikan bayi bisa merangkak dengan aman dan awasi selalu bayi selama ia asyik merangkak di sana.

Agar aktivitas positif ini bisa berjalan dengan optimal, ada beberapa hal yang harus ada perhatikan:

•  Pastikan bayi sudah cukup kuat untuk bermain di luar rumah. Misalnya, pada usia di mana dia sudah mulai merangkak atau sudah bisa duduk. Dengan demikian, ia bisa mengeksplorasi sendiri lingkungan di sekitarnya dengan pengawasan Anda. Si kecil bisa menyentuh rumput atau tanah, sehingga dapat mengenal teksturnya.

• Kurangi aktivitas di luar saat pukul 10.00 hingga pukul 16.00. Mengapa? Sebab pada rentang waktu ini sinar ultraviolet dari matahari sedang kuat-kuatnya. Dan ini berbahaya bagi kesehatan kulit si bayi.

•  Aplikasikan baby cream atau baby lotion yang terdiri atas campuran minyak dan air, juga vitamin A dan E yang baik untuk kulit. Baby lotion ini berfungsi melembutkan dan melembapkan kulit bayi dan anak-anak, serta mengurangi gesekan dan pengelupasan kulit bayi. Selain itu juga mencegah kulit pecah-pecah dan melindungi kulit dari sengatan matahari. Dengan demikian, kulit bayi tetap lembab meskipun sedang bermain di luar rumah.

• Untuk meminimalisasi paparan sinar matahari, pakaikan si kecil jaket atau topi saat bermain di siang hari. Atau jika ingin menggendong si kecil, Anda bisa membawa payung.

• Karena bayi lebih rentan terhadap panas, jadi sebisa mungkin cari tempat bermain yang teduh dan pastikan si kecil tetap terhidrasi dengan baik.
















Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk terus menstimulasi si kecil agar ia melalui fase merangkak. Caranya, bisa dengan sering mengajaknya bermain sambil tummy time atau mengajak si kecil merangkak bersama untuk meraih mainan favoritnya. Lantas, apa saja manfaat merangkak untuk bayi? Berikut FemaleDayliMom merangkumnya dari laman Kid Spot.

1. Melatih Kekuatan fisik















Peningkatan kekuatan fisik menjadi satu manfaat yang bisa saat bayi merangkak. Sebab saat merangkak, bayi banyak melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh. Terutama otot di seputar tangan dan kaki yang menjadi tumpuan bayi saat merangkak. Merangkak
utamanya bermanfaat untuk melatih otot-otot di sekitar tangan dan jari si kecil. Saat bayi mulai merangkak, ia akan lebih banyak menumpukan beban pada bagian tangan sehingga akan terbentuk jari-jari dan tulang yang lebih kuat. Dalam jangka panjang, hal ini juga
bermanfaat agar si kecil memiliki kemampuan untuk mengontrol diri dan mulai mengenali fungsi dari kedua tangan. Hal tersebut pun berlaku pada kedua kaki bayi, karena kedua kaki si kecil pun ikut aktif selama merangkak.

2. Melatih Keseimbangan















Merangkak juga bermanfaat untuk melatih keseimbangan si kecil. Saat merangkak, bayi mungkin akan sesekali terlihat beristirahat dengan cara mengambil sikap duduk. Namun, biasanya hal itu tidak berlangsung lama karena ia akan kembali untuk merangkak lagi.Hal tersebut menunjukkan bahwa si kecil mulai memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Tak hanya itu, merangkak juga bisa merangsang anak untuk mengenali batas dan mengetahui kapan dirinya cukup lemah dan harus berhenti melakukan sesuatu.

3. Melatih Kemampuan Visual

Kemampuan visual dan kemampuan melihat sekaligus mengenali benda pada anak akan semakin terasah saat ia merangkak. Pasalnya saat bayi merangkak, pandangannya akan lurus ke depan sehingga dapat menjadikan mata bayi memiliki pandangan yang tajam dan fokus. Ya, hal ini bisa membantu bayi mengatur kemampuan fokusnya dalam melihat. Bayi biasanya memiliki tujuan untuk meraih suatu benda. Kemampuan fokusnya dalam melihat akan sangat membantu si kecil meraih benda yang ia inginkan. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membantu keterampilan anak dalam menangkap, mengemudi atau menulis di papan tulis.

4. Mengasah Otak

Otak bagian kanan dan otak bagian kiri akan terlatih untuk memiliki koordinasi yang baik saat bayi merangkak. Gerakan dan ritme tubuh yang dibutuhkan saat merangkak akan membuat kedua sisi otak si kecil saling berinteraksi. Kerjasama  sel-sel ini kemudian akan meningkatkan koordinasi  dan dapat membangun kecerdasan anak. Selain itu, interaksi sel otak ini juga bermanfaat untuk membangun
kepercayaan diri anak.

5. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak

Sebuah penelitian mengungkap bahwa saat merangkak bayi akan mengalami peningkatan dalam pembendaharaan kata. Hal ini dikarenakan selama merangkak ia akan menemukan hal-hal baru serta pengalaman baru. Jika Anda perhatikan, biasanya bayi akan lebih banyak mengoceh saat berada pada fase ini. Hal itu yang kemudian diyakini menjadi alasan dari berkembangnya kemampuan bahasa pada anak.

Sumber : Kumparan, TheAsian Parents, dan Baby Center

No comments:

Powered by Blogger.